PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG MENIRAN/Phyllanthus niruri Linn. PADA RANSUM TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN DAN HEMATOKRITAYAM BROILER

1) Nur Rochman Wibowo dan 2) Maria Aditia Wahyuningrum

1), 2) Program Studi Argoteknologi, Fakultas Pertanian

Universitas Respati Indonesia, Jl. Bambu Apus I No. 3, Cipayung - 13890

 

ABSTRAK

Ayam broiler adalah sumber protein hewani yang baik dikonsumsi. Kondisi kesehatan ayam dapat diamati melalui pemeriksaan darah. Usaha untuk meningkatkan kesehatan ayam broiler dilakukan dengan cara memberikan tepung meniran pada ransum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung meniran pada ransum terhadap total hemoglobin dan hematokrit ayam broiler. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai Maret 2017 di Balai Penelitian Ternak Kementrian Pertanian di Ciawi Bogor menggunakan metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL). Hewan uji dibagi menjadi 5 kelompok dengan 4 ulangan, setiap kelompok terdiri atas 20 ekor ayam broiler. Kelompok I adalah kelompok kontrol, sedangkan kelompok 2,3,4 dan 5 adalah kelompok perlakuan. Tepung meniran diberikan pada ayam mulai umur 8 sampai 28 hari. Pengambilan sampel darah dari vena pectoralis yang letaknya di bawah sayap dan dlakukan pemerksaan hemoglobin menggunakan metode sahli. Sedangkan pemeriksaan hematokrit menggunakan metode mikrohematokrit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung menran pada ransum tidak berpengaruh nyata terhadap semua variabel pengamatan ayam broiler yang terdiri dari jumlah hemoglobin dan hematokrit. Pemberian tepung meniran dalam ransum menghasilkan ayam broiler dengan kadar hemoglobin 11-12 g/dL, dengan kadar terbesar pada ayam tanpa penambahan meniran sebesar 12,09, sedangkan kadar hemoglobin normal berkisar 7,3-10,9 g/dL. Penambahan tepung meniran menghasilkan nilai hematokrit antara 28%-31% dengan nilai tertinggi 31,35% sedangkan hematokrit normal berkisar 24-43%.

Kata Kunci: Ayam broiler, hemoglobin, hematokrit, meniran