PENGARUH MODEL SAMBUNGAN DAN WAKTU PEMBUKAAN SUNGKUP TERHADAP KEBERHASILAN SAMBUNG PUCUK TANAMAN DURIAN (Durio zibethinus macrophyllus)

Dani Sunandar, Siti M. Sholihah, Ryan Firman Syah

Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Respati Indonesia

Jl. Bambu Apus I No. 3 Cipayung, Jakarta Timur 13890

Email : dhanysunandar@gmail.com , nur.sholihah18@gmail.com, ryansuparman@gmail.com

Abstrak

Durian merupakan tanaman bernilai ekonomis cukup tinggi, dapat meningkatan pendapatan petani dan devisa negara. Penyediaan bibit yang berkualitas merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan budidaya Durian. Tujuan penelitian membuktikan model sambungan dan waktu pembukaan sungkup, dapat memperoleh bibit durian yang berkualitas baik. Metode perbanyakan bibit Durian dengan cara menyambung ditujukan untuk mengekalkan sifat-sifat klon, memperoleh tanaman yang kuat, memperbaiki jenis-jenis tanaman yang telah tumbuh, sehingga jenis yang tidak diinginkan diubah dengan jenis yang dikehendaki. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial, yang terdiri dari dua faktor dan 4 ulangan. Faktor pertama adalah Model sambungan (A), terdiri dari 3 taraf, yaitu : A1 (sambung samping), A2 (sambung miring), A3 (sambung celah /V), faktor ke dua adalah waktu pembukaan sungkup (S), terdiri dari 3 taraf, yaitu : S1 (25 hari), S2 (32 hari) , S3 (39 hari). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara model sambungan dan waktu pembukaan sungkup terhadap keberhasilan sambung pucuk tanaman durian. Model sambung celah/V) berpengaruh terhadap jumlah tunas, jumlah daun tunas, lebar daun tunas dan panjang tunas. Waktu pembukaan sungkup 25 HSP berpengaruh terhadap jumlah tunas, jumlah daun tunas, sedangkan waktu pembukaan sungkup 39 HSP berpengaruh terhadap lebar daun tunas dan panjang daun tunas.

Kata Kunci : model sambungan, sungkup, durian