PENGARUH  BERAT BADAN LAHIR RENDAH TERHADAP  KEMATIAN NEONATAL DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH  PASAR REBO TAHUN 2012-2013

Neneng Hasanah

Universitas Respati Indonesia, Jl Bambu apus i No 3 Cipayung - 13890

neng_hasanah18@yahoo.co.id

ABSTRAK

Angka kematian bayi di Indonesia masih tinggi, kematian neonatal 50% terjadi pada bayi berat lahir rendah (BBLR) dan lebih dari 50% kematian bayi adalah kematian neonatal dini. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh BBLR terhadap kematian neonatal di Rumah Sakit  Umum  Daerah Pasar Rebo Tahun 2012-2013 dengan variabel usia ibu, paritas, usia kehamilan, komplikasi kehamilan, jenis persalinan, komplikasi persalinan, asfiksia, dan komplikasi bayi. Metode penelitian ini adalah penelitian analitik dengan desain studi kasus kontrol dan sampel 130 kasus dan 130 kontrol, menggunakan data primer, data sekunder, analisis univariat , bivariat dan multivariat, dengan hasil penelitian menunjukan bahwa kejadian kematian neonatal di pengaruhi oleh BBLR (nilai p=0,000 OR=9,33), paritas (nilai p=0,000 OR= 10= 2,824),, usia kehamilan (nilai p=0,000 OR=10,354), komplikasi persalinan (nilai p=0,000 OR=354), asfiksia (nilai p=0,000 OR=30,545), komplikasi bayi (nilai p= 0,000 OR=96,000). Pada multivariat dengan uji regresi logistik ganda untuk uji konfounding menghasilkan  bahwa yang termasuk variabel kounfonding adalah BBLR (p=0,020), usia kehamilan (p=0,000), asfiksia (p=0,000), komplikasi bayi  (p=0,000). Variabel yang secara signifikan berhubungan dengan kematian neonatal adalah variabel BBLR, usia kehamilan, komplikasi  persalinan, asfiksia, dan komplikasi bayi dengan pvalue <0,05. Diharapkan agar lebih meningkatkan perhatian pada kehamilan, persalinan, nifas dan bayi baru lahir khususnya terhadap penanganan BBLR, asfiksia, dan komplikasi bayi agar dapat menekan angka kematian neonatal.

Kata Kunci : BBLR, Kematian Neonatal