HUBUNGAN DOKUMENTASI ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN BEBAN KERJA PERAWAT DI RSPAD GATOT SUBROTO JAKARTA

Herawani1, Elis Nur Indah Sari2 dan Idham Khalid Perdana3

  • Dosen Program Studi Keperawatan
  • Mahasiswa Program Studi Keperawatan

Ilmu Keperawatan Universitas  Respati Indonesia, Kampus FIKes URINDO,

Jl. Bambu Apus I No.3 Cipayung, Jakarta Timur – 13890

E-mail: urindo@indo.net.id

 

Keperawatan di Indonesia saat ini masih dalam proses profesionalisasi, yaitu terjadinya suatu perubahan dan perkembangan karakteristik sesuai tuntutan secara global dan lokal. Untuk mewujudkannya maka perawat harus mampu memberikan asuhan keperawatan secara professional kepada klien. Salah satu bukti asuhan keperawatan yang professional tercermin dalam pendokumentasian proses keperawatan (Nursalam, 2001).Fenomena yang mendukung penulis tertarik untuk melakukan penelitian lebih khusus di unit kedokteran militer (DOKMIL) RSPAD Gatot Soebroto disebabkan karena adanya tingkat stress kerja perawat akibat adanya overload  dimana jumlah tempat tidur diruang perawatan bedah pria berjumlah 33 tempat tidur sedangkan jumlah pasien biasanya melebihi dari jumlah tempat tidur yang ada. Sedangkan jumlah perawatnya sebanyak 30 perawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan melihat hubungan dokumentasi asuhan keperawatan dengan beban kerja perawat di Unit Kedokteran Militer RSPAD Gatot Soebroto Jakarta dengan 30 jumlah sampel. Hasil univariat diketahui  ada sebanyak 16 orang (53,3%) menyatakan mempunyai beban kerja yang berat, sedangkan sebanyak 14 orang (46,7%) menyatakan mempunyai beban kerja yang ringan. Hasil uji statistic menujukan ada hubungan yang bermakna antara dokumentasi pengkajian asuhan keperawatan dengan beban kerja perawat (Nila p=0,009), tidak ada hubungan yang bermakna antara dokumentasi diagnose dengan beban kerja perawat (nilai p=0,478), tidak ada hubungan yang bermakna antara dokumentasi perencanaan dengan beban kerja perawat nilai p=0,940, tidak ada hubungan yang bermakna antara dokumentasi pelaksanaan  dengan beban kerja (perawat p=0,466 yang artinya p>0,05), tidak ada hubungan yang bermakna antara dokumentasi evaluasi dengan beban kerja perawat ( p=0,118) tidak ada hubungan yang bermakna antara dokumentasi catatan perkembangan dengan beban kerja perawat (p=0,749)

Daftar bacaan : 13 (Tahun 2004 s/d 2012) Kata Kunci : Dokumentasi Asuhan Keperawatan dan Beban Kerja Perawat  

Professionalism in nursing is still in progress. That means there are characteristic changes and developments based on global and local demands. Therefore, the nurse should be able to provide nursing care to clients in a professional manner to realize them. One of the evidence that indicates professional nursing care may be reflected in the documentation of the nursing process (Nursalam, 2001). The phenomenon that encourages the authors to conduct more specific research in military medicine unit (DOKMIL) at Gatot Subroto Army Hospital was a stress level of nurses due to working overload. This burden showed by the fact that there was only 33 beds with 30 nurse staff were available at male surgical ward while the number of patients was exceeds more than that. The study’s aim was to identify and recognize the relationship of nursing care documentation and workload in Military Medicine Unit of Gatot Subroto Army Hospital Jakarta with 30 respondents. In univariate, there were 16 (53.3%) respondents complained about heavy workload whereas others were in light workload. Statistical tests showed that there was significant association between the documentation of nursing assessment with nurse workload (p=0.009≤0.05). In fact, there was no significant association between documentation of nursing diagnosis with nurse workload (p= 0.478≥ 0.05). Furthermore, there were another yet significant associations were found related to nurse’s workload as planning (p=0.940), implementation (p= 0.466), evaluation (p = 0.118) and patient progress (p=0.749).

References: 13  (2004 to 2012) Keywords: Nursing documentation, nurses workload